Minggu, 20 November 2016

TUGAS II - Ilmu Sosial Dasar - Pemuda dan Sosialisasi

PEMUDA DAN SOSIALISASI

1. Rangkuman BAB - PEMUDA dan SOSIALISASI

INTERNALISASI BELAJAR DAN SPESIALISASI
            Kutipan sebuah artikel di harian Kompas, hari Senin tanggal 11 Februari 1985, sebagai berikut :
            Masa Remaja adalah masa transisi dan secara psikologis sangat problematis. Masa ini memungkinkan mereka berada dalam anomi (Keadaan dimana tanpa norma dan hukum) akibat kontradiksi norma maupun orientasi mendua. Dalam keadaan demikian, seringkali muncul perilaku menyimpang atau kecenderungan melakukan pelanggaran. Kondisi ini juga memungkinkan mereka menjadi sasaran pengaruh media sosial.
            Anomi muncul akibat keanekaragaman dan kekaburan moral. Misalkan moral A yang ditanamkan oleh keluarganya sangat bertentangan dengan moral B yang ia saksikan diluar lingkungan keluarga.
            Sedangkan mengenai orientasi mendua, adalah orientasi yang bertumpu pada harapan orang tua, masyarakat, dan orang tua yang sering bertentangan dengan keterikatan loyalitas terhadap teman, lingkungan sekolah, atau diluar sekolah.
            Enoch Markum memberikan 2 alternatif pemecahan masalah. Yang pertama mengaktifkan kembali peranan dan fungsi keluarga, dan kembali pada pendidikan agama, Karena hanya agama yang dapat memberikan pegangan yang mantap. Kedua, menegakkan hukum akan berpengaruh besar bagi remaja dalam proses pengukuhan identitas dirinya.
            Peranan media massa juga sangat berpengaruh terhadap berkembangnya seorang remaja, masa remaja merupakan periode peralihan dari masa kanak-kanak menuju pendewasaan, ditandai beberapa ciri yaitu yang pertama, keinginan memenuhi dan menyatakan identitas diri. Kedua, kemampuan melepas diri dari ketergantungan orang tua, Ketiga, kebutuhan memperoleh akseptabilitas ditengah sesama remaja. Dan oleh sebab itu  bimbingan orang tua dalam mengkonsumsi media massa untuk sang anak sagatlah dibutuhkan.

Masalah kepemudaan dapat ditinjau dari 2 asumsi yaitu :
1.      Penghayatan mengenai proses perkembangan bukan sebagai suatu kontinum yang sambung menyambung tetapi fragmentaris, terpecah-pecah, dan setiap fragmen mempunyai artinya sendiri-sendiri.
2.      Posisi pemuda dalam arah kehidupannya itu sendiri.

 PEMUDA DAN IDENTITAS
            Pemuda adalah suatu generasi yang dipundaknya terbebani bermacam-macam harapan, terutama dari generasi lainnya. Lebih menarik lagi jika pada generasi ini mempunyai permasalahan yang sangat bervariasi, dimana jika permasalahan ini tidak dapat diselesaikan dengan proporsional maka pemuda akan kehilangan fungsinya sebagai penerus pembangunan.
a)      Tahapan Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda
Maksud dari pembinaan dan pengembangan generasi muda adalah agar semua pihak yang turut serta dan berkepentingan dalam penanganannya benar benar menggunakan sebagai pedoman sehingga pelaksanaannya dapat terarah, menyeluruh dan terpadu serta dapat mencapai sasaran dan tujuan yang dimaksud.
Pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda disusun berdasarkan :
1.      Landasan idiil                         : Pancasila
2.      Landasan Konstitusional        : UUD 1945
3.      Landasan Strategis                  : Garis-garis besar haluan negara
4.      Landasan Historis                   : Sumpah Pemuda 1928 dan Proklamasi 1945
5.      Landasan Normatif                 : Etika, tata nilai dan tradisi luhur
b)      Masalah dan Potensi Generasi Muda
1)      Permasalahan Generasi Muda
Permasalahan yang muncul pada generasi muda saat ini adalah :
·         Menurunnya jiwa idealisme, patriotisme, dan nasionalisme pada negara
·         Kurang tahu masa depan
·         Belum seimbangnya antara jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan
·         Kurangnya lapangan kerja untuk generasi muda
·         Kurangnya gizi
·         Masih banyak perkawinan dibawah umur
·         Pergaulan bebas termasuk pengunaan narkotika
·         Belum adanya peraturan perundang-undangan mengenai generasi muda.
2)      Potensi Generasi Muda
Potensi yang perlu dikembangkan oleh generasi muda adalah :
·         Idealisme dan Daya kritis
·         Dinamika dan Kreatifitas
·         Keberanian mengambil resiko
·         Optimis dan kegairahan semangat
·         Sikap keberanian dan disiplin
·         Terdidik
·         Keanekaragaman dalam persatuan dan kesatuan
·         Partiotisme dan Nasionalisme
·         Sikap Kesatria
·         Kemampuan penguasaan ilmu dan teknologi
            Proses sosialisasi juga dapat membatu individu melalui pembelajaran dan penyesuaian diri, bagaimana bertindak dan berfikir agar ia dapat berperan dan berfungsi, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.
Tujuan pokok sosialisasi adalah :
·         Individu harus diberikan ilmu pengetahuan
·         Individu harus bisa berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan kemampuan
·         Pengendalian fungsi-fungsi organik
·         Bertingkah laku selaras dengan norma dan tata nilai.

PERGURUAN DAN PENDIDIKAN
            Dalam arti inilah, maka pembiacaraan tentang generasi muda khususnya yang berkesempatan mengenyam pendidikan menjadi penting. Karena beberapa alasan : Yang pertama, sebagai kelompok masyarakat yang memperoleh pendidikan terbaik, mereka memiliki pengetahuan yang luas tentang masyarakatnya. Kedua, sebagai kelompok masyarakat yang paling lama mengenyam penddikan maka pemuda tersebut mendapatkan proses sosialiasai terpanjang secara berencana dibandingkan dengan pemuda pemuda lainnya. Ketiga, siswa siswa dari berbagai suku, ras, dan budaya dapat bersatu dalam bentuk terjadinya akulturasi sosial dan budaya. Keempat, mahasiswa sebagai kelompok yang akan memasuki lapisan atas dari susunan kekuasaan, dan jelas bahwa mahasiswa mempunyai pandangan yang lebih luas dan jauh kedepan  dan terampil juga kreatif dibandingkan pemuda yang masih duduk di sekolah menengah atau atas.

2. Contoh Kasus yang sering terjadi dikehidupan kita sehari-hari dari Materi diatas. 
  • Sering terjadinya kasus pemuda yang pergaluannya terlalu bebas, dan kegiatan kegiatan nya yang dapat mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar.
  • Pemuda lebih mementingkan kegiatan dengan temannya dibandingkan harus mengikuti kegiatan rohani.
  • Pergaluan bebas yang dimana peran orang tua sangat penting, dalam kasus ini justru orang tua memberikan sikap masa bodo atau tidak tau menau, padahal kegiatan yang dilakukan oleh anak tersebut adalah kegiatan yang negatif.