Minggu, 20 November 2016

TUGAS II - Ilmu Sosial Dasar - Pemuda dan Sosialisasi

PEMUDA DAN SOSIALISASI

1. Rangkuman BAB - PEMUDA dan SOSIALISASI

INTERNALISASI BELAJAR DAN SPESIALISASI
            Kutipan sebuah artikel di harian Kompas, hari Senin tanggal 11 Februari 1985, sebagai berikut :
            Masa Remaja adalah masa transisi dan secara psikologis sangat problematis. Masa ini memungkinkan mereka berada dalam anomi (Keadaan dimana tanpa norma dan hukum) akibat kontradiksi norma maupun orientasi mendua. Dalam keadaan demikian, seringkali muncul perilaku menyimpang atau kecenderungan melakukan pelanggaran. Kondisi ini juga memungkinkan mereka menjadi sasaran pengaruh media sosial.
            Anomi muncul akibat keanekaragaman dan kekaburan moral. Misalkan moral A yang ditanamkan oleh keluarganya sangat bertentangan dengan moral B yang ia saksikan diluar lingkungan keluarga.
            Sedangkan mengenai orientasi mendua, adalah orientasi yang bertumpu pada harapan orang tua, masyarakat, dan orang tua yang sering bertentangan dengan keterikatan loyalitas terhadap teman, lingkungan sekolah, atau diluar sekolah.
            Enoch Markum memberikan 2 alternatif pemecahan masalah. Yang pertama mengaktifkan kembali peranan dan fungsi keluarga, dan kembali pada pendidikan agama, Karena hanya agama yang dapat memberikan pegangan yang mantap. Kedua, menegakkan hukum akan berpengaruh besar bagi remaja dalam proses pengukuhan identitas dirinya.
            Peranan media massa juga sangat berpengaruh terhadap berkembangnya seorang remaja, masa remaja merupakan periode peralihan dari masa kanak-kanak menuju pendewasaan, ditandai beberapa ciri yaitu yang pertama, keinginan memenuhi dan menyatakan identitas diri. Kedua, kemampuan melepas diri dari ketergantungan orang tua, Ketiga, kebutuhan memperoleh akseptabilitas ditengah sesama remaja. Dan oleh sebab itu  bimbingan orang tua dalam mengkonsumsi media massa untuk sang anak sagatlah dibutuhkan.

Masalah kepemudaan dapat ditinjau dari 2 asumsi yaitu :
1.      Penghayatan mengenai proses perkembangan bukan sebagai suatu kontinum yang sambung menyambung tetapi fragmentaris, terpecah-pecah, dan setiap fragmen mempunyai artinya sendiri-sendiri.
2.      Posisi pemuda dalam arah kehidupannya itu sendiri.

 PEMUDA DAN IDENTITAS
            Pemuda adalah suatu generasi yang dipundaknya terbebani bermacam-macam harapan, terutama dari generasi lainnya. Lebih menarik lagi jika pada generasi ini mempunyai permasalahan yang sangat bervariasi, dimana jika permasalahan ini tidak dapat diselesaikan dengan proporsional maka pemuda akan kehilangan fungsinya sebagai penerus pembangunan.
a)      Tahapan Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda
Maksud dari pembinaan dan pengembangan generasi muda adalah agar semua pihak yang turut serta dan berkepentingan dalam penanganannya benar benar menggunakan sebagai pedoman sehingga pelaksanaannya dapat terarah, menyeluruh dan terpadu serta dapat mencapai sasaran dan tujuan yang dimaksud.
Pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda disusun berdasarkan :
1.      Landasan idiil                         : Pancasila
2.      Landasan Konstitusional        : UUD 1945
3.      Landasan Strategis                  : Garis-garis besar haluan negara
4.      Landasan Historis                   : Sumpah Pemuda 1928 dan Proklamasi 1945
5.      Landasan Normatif                 : Etika, tata nilai dan tradisi luhur
b)      Masalah dan Potensi Generasi Muda
1)      Permasalahan Generasi Muda
Permasalahan yang muncul pada generasi muda saat ini adalah :
·         Menurunnya jiwa idealisme, patriotisme, dan nasionalisme pada negara
·         Kurang tahu masa depan
·         Belum seimbangnya antara jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan
·         Kurangnya lapangan kerja untuk generasi muda
·         Kurangnya gizi
·         Masih banyak perkawinan dibawah umur
·         Pergaulan bebas termasuk pengunaan narkotika
·         Belum adanya peraturan perundang-undangan mengenai generasi muda.
2)      Potensi Generasi Muda
Potensi yang perlu dikembangkan oleh generasi muda adalah :
·         Idealisme dan Daya kritis
·         Dinamika dan Kreatifitas
·         Keberanian mengambil resiko
·         Optimis dan kegairahan semangat
·         Sikap keberanian dan disiplin
·         Terdidik
·         Keanekaragaman dalam persatuan dan kesatuan
·         Partiotisme dan Nasionalisme
·         Sikap Kesatria
·         Kemampuan penguasaan ilmu dan teknologi
            Proses sosialisasi juga dapat membatu individu melalui pembelajaran dan penyesuaian diri, bagaimana bertindak dan berfikir agar ia dapat berperan dan berfungsi, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.
Tujuan pokok sosialisasi adalah :
·         Individu harus diberikan ilmu pengetahuan
·         Individu harus bisa berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan kemampuan
·         Pengendalian fungsi-fungsi organik
·         Bertingkah laku selaras dengan norma dan tata nilai.

PERGURUAN DAN PENDIDIKAN
            Dalam arti inilah, maka pembiacaraan tentang generasi muda khususnya yang berkesempatan mengenyam pendidikan menjadi penting. Karena beberapa alasan : Yang pertama, sebagai kelompok masyarakat yang memperoleh pendidikan terbaik, mereka memiliki pengetahuan yang luas tentang masyarakatnya. Kedua, sebagai kelompok masyarakat yang paling lama mengenyam penddikan maka pemuda tersebut mendapatkan proses sosialiasai terpanjang secara berencana dibandingkan dengan pemuda pemuda lainnya. Ketiga, siswa siswa dari berbagai suku, ras, dan budaya dapat bersatu dalam bentuk terjadinya akulturasi sosial dan budaya. Keempat, mahasiswa sebagai kelompok yang akan memasuki lapisan atas dari susunan kekuasaan, dan jelas bahwa mahasiswa mempunyai pandangan yang lebih luas dan jauh kedepan  dan terampil juga kreatif dibandingkan pemuda yang masih duduk di sekolah menengah atau atas.

2. Contoh Kasus yang sering terjadi dikehidupan kita sehari-hari dari Materi diatas. 
  • Sering terjadinya kasus pemuda yang pergaluannya terlalu bebas, dan kegiatan kegiatan nya yang dapat mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar.
  • Pemuda lebih mementingkan kegiatan dengan temannya dibandingkan harus mengikuti kegiatan rohani.
  • Pergaluan bebas yang dimana peran orang tua sangat penting, dalam kasus ini justru orang tua memberikan sikap masa bodo atau tidak tau menau, padahal kegiatan yang dilakukan oleh anak tersebut adalah kegiatan yang negatif.





Kamis, 05 Mei 2016

Bahasa Indonesia 2 (Tugas 4) - Penulisan Ilmiah dan Membuat sebuah Karangan

1. Menjelaskan secara detail mengenai Penulisan Ilmiah yang anda buat .

                Pada tugas kali ini saya akan mencoba memaparkan atau menjelaskan secara detail tentang penulisan ilmiah yang saya buat, dimulai dari pengambilan kasus yang saya buat adalah saya ingin mencoba membuatkan sebuah website untuk salah satu toko penyewaan alat outdoor yang sering saya kunjungi, latar belakang yang saya ambil dari kasus ini adalah sebuah promosi merupakan salah satu alat untuk membuat sebuah penjualan barang atau jasa menjadi semakin sukses, masalah ini yang menjadi permasalahan untuk toko tersebut karena kurangnya sebuah promosi, untuk itu saya sebagai penulis ingin mencoba membuatkan sebuah website yang nantinya akan digunakan oleh toko tersebut dalam mempromosikan barang atau jasanya.    
                Selanjutnya dalam metode yang saya pilih untuk karya tulis saya ini adalah metode teori dasar, yaitu metode yang digunakan dalam penelitian dasar yang diarahkan pada penemuan atau penguatan suatu teori. Dalam hal ini saya melakukan eksplorasi mengenai toko tersebut dan juga apa saja barang dan jasa yang ditawarkan oleh toko tersebut, saya melakukan eksplorasi tersebut dengan 2 cara yaitu yang pertama saya mencari informasi tersebut mulai dari internet ataupun dari buku dan juga dari sumber sumber yang ada hubungannya dengan penulisan yang saya buat ini, kemudian yang kedua saya mencoba melihat langsung atau disebut studi lapangan ke toko yang saya ingin teliti tersebut.

                Untuk alat bantu yang saya pakai dalam pembuatan website ini adalah menggunakan framework codeigniter, notepad ++, dan juga untuk database nya saya menggunakan php. Untuk saat ini masih dalam tahap melakukan design untuk website yang saya buat.

2. Membuat Karangan (2 Paragraf) mengenai : Klasifikasi, Analogi, Generalisasi, Hubungan sebab akibat.

Klasifikasi : 

       Tanpa kita sadari ada tiga jenis teman yang ada disekitar kita. Kelompok yang pertama adalah teman dikala senang. Teman – teman yang ada dikala senang ini merupakan teman yang paling mudah untuk dicari. Mereka sangat banyak jumlahnya di lua sana. Biasanya teman – teman macam ini akan selalu berada di sekitar kita jika kita sedang berada dalam keadaan senang dan gembira, tetapi ketika kita sedang tertimpa musibah, mereka biasanya menghilang entah kemana. Kelompok teman yang selanjutnya adalah teman dekat. 
       Teman dekat atau lebih dikenal dengan sahabat adalah teman yang benar – benar dekat dengan kita. Mereka selalu menghabiskan waktu bersama kita sehingga kita tahu segala sesuatu tentang mereka. Teman dekat akan selalu berada di samping kita dalam keadaan apapun, entah itu sedih ataupun bahagia. Namun, mencari teman dekat sangatlah sulit, perlu adanya suatu proses untuk menemukannya. Oleh karena itu, memiliki satu teman dekat saja sudah cukup membahagiakan. Kelompok teman yang terakhir adalah teman biasa. Kelompok teman ini merupakan teman – teman yang hanya sebatas kenal dengan kita. Mereka tahu siapa kita dan kita tahu siapa mereka, tetapi kita tidak terlalu dekat dengannya. Teman biasa ini diibaratkan seperti dua mata pisau. Di satu sisi mereka dapat menjadi saingan, tetapi di sisi lain mereka dapat menjadi sebuah tolak ukur atau motivator bagi kita. Teman biasa inilah yang lama kelamaan akan menjadi teman dekat atau teman dikala senang.

Analogi : 

       Ternyata monyet merawat anaknya mirip dengan cara menusia merawat anaknya. Mereka juga menyusui anaknya dan tentunya mereka juga selalu menggendong anaknya penuh belas kasih. Induk monyet juga sangat mengjaga anaknya dari marabahaya sama seperti ibu kita yang juga selalu menjaga kita.

Generalisasi : 

       Pendidikan karakter untuk melawan koruptor dan kemerosotan moral bangsa terus dilaksanakan di semua sekolah di Indonesia. Namun perlu kita sadari bahwa para koruptor yang tertangkap sekarang justru berasal dari kaum pemuda yang merupakan calon pemimpin dimasa depan. Banyak juga tawuran dan penyimpangan yang dilakukan oleh para pemuda sekarang seperti pemerkosaan,pencurian dan masih banyak lagi. Bisa dibilang pendidikan karakter masih belum efektif mengubah karakter bangsa

Hubungan sebab akibat : 

        Jalanan-jalanan di Ibukota sangat sempit dan banyak berlubang sehingga membuat para pengendara harus berhati-hati. Selain itu, tempat trotoar yang dikhususkan bagi pejalan kaki sering sekali digunakan oleh para pedagang kaki lima untuk berjualan di mana-mana. Bahkan ada yang meluber hingga ke aspal jalan. Disamping itu, para pengguna jalan ibu kota juga harus berbagi dengan bus way, sehingga jalanan ibu kota menjadi sangat sempit. Terlebih lagi dengan banyaknya proyek yang belum selesai membuat jalanan ibu kota semakin parah. Oleh karena itulah kemacetan selalu terjadi di setiap sudut jalanan ibu kota.

Minggu, 24 April 2016

Bahasa Indonesia 2 (Tugas 3) Karangan dan Sikap Ilmiah

Tugas A


Karangan Deskripsi

       Deskripsi adalah karangan ini berisi gambaran mengenai suatu hal/ keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut.

Contoh Deskripsi :
       Sungai yang mengalir di tengah-tengah desa kering kerontang. Bahkan sumur pun banyak yang tak berair lagi. Sawah dan ladang seperti hangus dan dimakan oleh terik matahari. Tanah pecah berbongkah-bongkah, tanaman pun hampir tak ada yang berwarna hijau lagi.

Karangan Eksposisi

       Eksposisi adalah karangan ini berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca.  Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik. Tidak jarang eksposisi berisi uraian tentang langkah/ cara/ proses kerja.  Eksposisi demikian lazim disebut paparan proses.

Contoh Eksposisi :
       Teknik menangkap bola dalam bermain basket dapat di lakukan dengan langkah-langkah berikut. Pertama posisi menghadap kearah sasaran atau bola. Kedua posisi kedua tangan di julurkan lurus ke depan. Ketiga posisi badan agak condong ke depan. Keempat posisi kaki agak sedikit dibuka.

Karangan Persuasi


       Persuasi adalah karangan ini bertujuan mempengaruhi pembaca untuk berbuat sesuatu. Dalam persuasi pengarang mengharapkan adanya sikap motorik berupa motorik berupa perbuatan yang dilakukan oleh pembaca sesuai dengan yang dianjurkan penulis dalam karangannya. (Biasanya dapat berupa iklan).

Contoh Persuasi :

       Pada umunya, sakit tenggorokan di sebabkan oleh virus. Biasanya, terkait dengan tanda-tanda penyakit saluran napas lainnya. Seperti, hidung tersumbat atau batuk. Kebanyakan sakit tenggorokan dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, untuk membantu agar lebih nyaman ketika sakit, dapat di lakukan dengan minum air hangat yang di beri air perasan jeruk lemon dan madu.

Karangan Argumentasi

       Argumentasi adalah paragraf yang bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/ kesimpulan dengan data/ fakta sebagai alasan/ bukti. Dalam argumentasi pengarang mengharapkan pembenaran pendapatnya dari pembaca. Adanya unsur opini dan data, juga fakta atau alasan sebagai penyokong opini tersebut.

Contoh Argumentasi :
       Telepon genggam sudah banyak dimiliki masyarakat bahkan dalam sebuah keluarga, hampir semua anggota keluarga memilikinya. Di samping memang sudah merupakan alat komunikasi yang mudah di bawa-bawa, pengoperasian telepon pun tidak sulit dan harga terjangkau pula. Ada kemungkinan perkembangan alat ini pesat sekali karena hal-hal tersebut, di tambah pula karena muncul variasi bentuk, merk dan model baru. Oleh sebab itu, sekarang barang-barang tersebut sudah di anggap bukan barang mewah lagi.

Karangan Narasi

       Secara sederhana narasi dikenal sebagai cerita. Pada narasi terdapat peristiwa atau kejadian dalam satu urutan waktu. Di dalam kejadian itu ada pula tokoh yang menghadapi suatu konflik. Ketiga unsur berupa kejadian, tokoh, dan konflik merupakan unsur pokok sebuah narasi. Jika ketiga unsur itu bersatu, ketiga unsur itu disebut plot atau alur. Jadi, narasi adalah cerita yang dipaparkan berdasarkan plot atau alur. Narasi dapat berisi fakta atau fiksi.

Contoh Narasi :
       Seorang istri sangat kesal karena kehilangan kalung tasbih istimewanya. Dengan rasa hormat, ia bertanya kepada suaminya apakah suaminya telah menyembunyikan kalung itu. Karena sangat kesalnya, bukan kesal kepada suaminya tetapi kepada pencuri kalung tasbih itu, ia mengeluarkan kutukan supaya si pencuri itu celaka. Setelah mengeluarkan kutukan, ternyata suaminya mengakui telah mengambil tasbih itu.

Daftar Pustaka :
https://sharingwithita.wordpress.com/2011/04/09/paragraf-argumentasi-deskripsi-narasi-eksposisi-dan-persuasi/


TUGAS B


SIKAP ILMIAH

       Sikap Ilmiah adalah suatu sikap yang menerima pendapat orang lain dengan baik dan benar yang tidak mengenal putus asa serta dengan ketekunan juga keterbukaan.  Sikap ilmiah merupakan sikap yang harus ada pada diri seorang ilmuwan atau akademisi ketika menghadapi persoalan-persoalan ilmiah untuk dapat melalui proses penelitian yang baik dan hasil yang baik pula.  Sikap ilmiah ini perlu dibiasakan dalam berbagai forum ilmiah, misalnya dalam seminar, diskusi, loka karya, sara sehan, dan penulisan karya ilmiah.

Metode Ilmiah didasari oleh adanya sikap ilmiah.  Sikap-sikap ilmiah tersebut meliputi :
·         Obyektif terhadap fakta.
·         Tidak tergesa-gesa mengambil kesimpulan 
·         Berhati terbuka artinya menerima pandangan atau gagasan orang lain.
·         Tidak mencampur adukkan fakta dengan pendapat.
·         Bersikap hati-hati.
·         Sikap ingin menyelidiki atau keingintahuan (couriosity) yang tinggi.
·         Sikap menghargai karya orang lain.
·         Sikap tekun.
·         Sikap berani mempertahankan kebenaran.
·         Sikap menjangkau ke depan.


       Didalam melakukan penelitian atau pengamatan tidak terlepas dari kegiatan atau eksperimen.  Eksperimen sangat menarik, tetapi sekaligus membahayakan.  Untuk itu, kita perlu mempunyai sikap dalam melakukan pengamatan supaya dalam bereksperimen dapat berjalan dengan baik.


Langkah-Langkah Pelaksanaan Penulisan Ilmiah

           Karena metode ilmiah dilakukan secara sistematis dan berencana, maka terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan secara urut dalam pelaksanaannya. Setiap langkah atau tahapan dilaksanakan secara terkontrol dan terjaga. Adapun langkah-langkah metode ilmiah adalah sebagai berikut:
  1. Merumuskan masalah.
  2. Merumuskan hipotesis.
  3. Mengumpulkan data.
  4. Menguji hipotesis.
  5. Merumuskan kesimpulan
1. Merumuskan Masalah

       Berpikir ilmiah melalui metode ilmiah didahului dengan kesadaran akan adanya masalah. Permasalahan ini kemudian harus dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya. Dengan penggunaan kalimat tanya diharapkan akan memudahkan orang yang melakukan metode ilmiah untuk mengumpulkan data yang dibutuhkannya, menganalisis data tersebut, kemudian menyimpulkannya.Permusan masalah adalah sebuah keharusan.

2. Merumuskan Hipotesis

       Hipotesis adalah jawaban sementara dari rumusan masalah yang masih memerlukan pembuktian berdasarkan data yang telah dianalisis. Dalam metode ilmiah dan proses berpikir ilmiah, perumusan hipotesis sangat penting. Rumusan hipotesis yang jelas dapat memabntu mengarahkan pada proses selanjutnya dalam metode ilmiah. Seringkali pada saat melakukan penelitian, seorang peneliti merasa semua data sangat penting. Oleh karena itu melalui rumusan hipotesis yang baik akan memudahkan peneliti untuk mengumpulkan data yang benar-benar dibutuhkannya. Hal ini dikarenakan berpikir ilmiah dilakukan hanya untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan.

3. Mengumpulkan Data

       Pengumpulan data merupakan tahapan yang agak berbeda dari tahapan-tahapan sebelumnya dalam metode ilmiah. Pengumpulan data dilakukan di lapangan. Seorang peneliti yang sedang menerapkan metode ilmiah perlu mengumpulkan data berdasarkan hipotesis yang telah dirumuskannya. Pengumpulan data memiliki peran penting dalam metode ilmiah, sebab berkaitan dengan pengujian hipotesis. Diterima atau ditolaknya sebuah hipotesis akan bergantung pada data yang dikumpulkan.

4. Menguji Hipotesis

       Sudah disebutkan sebelumnya bahwa hipotesis adalah jawaban sementaradari suatu permasalahan yang telah diajukan. Berpikir ilmiah pada hakekatnya merupakan sebuah proses pengujian hipotesis. Dalam kegiatan atau langkah menguji hipotesis, peneliti tidak membenarkan atau menyalahkan hipotesis, namun menerima atau menolak hipotesis tersebut. Karena itu, sebelum pengujian hipotesis dilakukan, peneliti harus terlebih dahulu menetapkan taraf signifikansinya. Semakin tinggi taraf signifikansi yang tetapkan maka akan semakin tinggi pula derjat kepercayaan terhadap hasil suatu penelitian.Hal ini dimaklumi karena taraf signifikansi berhubungan dengan ambang batas kesalahan suatu pengujian hipotesis itu sendiri.

5. Merumuskan Kesimpulan


       Langkah paling akhir dalam berpikir ilmiah pada sebuah metode ilmiah adalah kegiatan perumusan kesimpulan. Rumusan simpulan harus bersesuaian dengan masalah yang telah diajukan sebelumnya. Kesimpulan atau simpulan ditulis dalam bentuk kalimat deklaratif secara singkat tetapi jelas. Harus dihindarkan untuk menulis data-data yang tidak relevan dengan masalah yang diajukan, walaupun dianggap cukup penting. Ini perlu ditekankan karena banyak peneliti terkecoh dengan temuan yang dianggapnya penting, walaupun pada hakikatnya tidak relevan dengan rumusan masalah yang diajukannya.


Daftar Pustaka :

  1. http://bangbiw.com/penjelasan-tentang-metode-ilmiah-tujuan-sikap-dan-langkah-langkahnya/
  2. http://noerkasanahsecret.blogspot.co.id/2014/03/metode-ilmiah-dan-sikap-ilmiah.html


Jumat, 08 April 2016

INDUKTIF DAN DEDUKTIF DALAM SEBUAH BERITA

Metode induktif
Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan menjelaskan permasalahan-permasalahan khusus (mengandung pembuktian dan contoh-contoh fakta) yang diakhiri dengan kesimpulan yang berupa pernyataan umum. Paragraf Induktis sendiri dikembangkan menjadi beberapa jenis. Pengembangan tersebut yakni paragraf generalisasi, paragraf analogi, paragraf sebab akibat bisa juga akibat sebab. Contoh paragraf Induktif: Pada saat ini remaja lebih menukai tari-tarian dari barat seperti brigdance, salsa, free dance dan lain sebagainya. Begitupula dengan jenis musik umumnya mereka menyukai rock, blues, jazz, maupun reff tarian dan kesenian tradisional mulai ditinggalkan dan beralih mengikuti tren barat. Penerimaan terhadap bahaya luar yang masuk tidak disertai dengan pelestarian budaya sendiri. Kesenian dan budaya luar perlahan-lahan menggeser kesenian dan budaya tradisional.
Contoh generalisasi:
Jika ada udara, manusia akan hidup.
Jika ada udara, hewan akan hidup.
Jika ada udara, tumbuhan akan hidup.
∴ Jika ada udara mahkluk hidup akan hidup.
Metode deduktif
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.

Referensi : Wikipedia


Paragraf deduktif merupakan paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal paragraf.
2.       Paragraf induktif merupakan paragraf yang kalimat utamanya terletak di akhir paragraf.

Berikut contohnya :
Contoh paragraf deduktif :
a.       Kebersihan sangat menjadi masalah di sekolah. Ini terjadi karena banyak murid-murid yang tidak sadar akan kebersihan. Padahal “kebersihan adalah sebagian dari iman”.
Contoh paragraf deduktif dari koran :
a.       KOTA – Jarang ada pasar tradisional yang menyediakan layanan kesehatan seperti pasar Songgolangit Ponorogo. Dinamakan pos kesehatan pasar alias poskespas karena ditujukan melayani pedagang dan pembeli. Tingkat kunjungan pasien mencapai 20 orang perhari kendati letak poskespas itu terpencil di dekat area parkir. “Letakya nyelempit, kalau orang baru pasti bingung mencari, ungkap karmini, salah seorang pedagang yang menjadi pasien setia poskespas Pasar Songgolangit, kemarin (16/8).
b.      Pos kesehatan di pasar itu memang di khususkan melayani pedagang dan pembeli.  Pedagang tidak akan khawatir meninggalkan dagangannya karena haanya berobat masih di kawasan pasar. Mereka dapat antre saat sepi pembeli. “kebanyakan periksa gula darah dan rematik, mayoritas pasiennya berusia tua,” papar Yayuk. (pra/hw)
c.       Ada juga perda penyelenggaraan pendidikan. Aturan itu juga menggariskan sejumlah kebijakan baru di bidang pendidikan. Misalnya, alokasi bantuan personal kepada sisiwa SD, SMP, SMA/MK swasta. Dengan alokasi itu, siswa tidak mampu tidak perlu khawatir memikirkan biaya membeli seragam, hinnga buku tulis. Sebab, pemkot akan menanggung dalam bentuk barang.

Contoh paragraf induktif  :
a.       Maka dari itu saya sangat setuju dengan adanya kegiatan kerja bakti seminggu sekali. Karena, jika lingkungan hidup bersih  maka kita juga akan sehat. Maka dari itu, kegiatan kerjanbakti sangat penting di lingkungan sekolah.


Contoh paragraf induktif dari koran :
a.       Padalah DPRD Surabaya sudah memproduksi banyak perda. Bila dihitung dari awal 2012, jumlah perda yang di sahkan DPRD mencapai belasan aturan. Namun, sampai kini tak pernak ada proses pengenalan kepada masyarakat.

b.      Dalam APBD 2012, terungkap dana tersebut  mencapai RP 248 juta. Berdasar alokasi anggaran, sosialisasi sedianya dilakukan terhadap dua ribu orang. Namun, sampai sekarang  dana itu masih utuh alias tak terpakai sama sekali.

Sumber : Metode induktif
Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan menjelaskan permasalahan-permasalahan khusus (mengandung pembuktian dan contoh-contoh fakta) yang diakhiri dengan kesimpulan yang berupa pernyataan umum. Paragraf Induktis sendiri dikembangkan menjadi beberapa jenis. Pengembangan tersebut yakni paragraf generalisasi, paragraf analogi, paragraf sebab akibat bisa juga akibat sebab. Contoh paragraf Induktif: Pada saat ini remaja lebih menukai tari-tarian dari barat seperti brigdance, salsa, free dance dan lain sebagainya. Begitupula dengan jenis musik umumnya mereka menyukai rock, blues, jazz, maupun reff tarian dan kesenian tradisional mulai ditinggalkan dan beralih mengikuti tren barat. Penerimaan terhadap bahaya luar yang masuk tidak disertai dengan pelestarian budaya sendiri. Kesenian dan budaya luar perlahan-lahan menggeser kesenian dan budaya tradisional.
Contoh generalisasi:
Jika ada udara, manusia akan hidup.
Jika ada udara, hewan akan hidup.
Jika ada udara, tumbuhan akan hidup.
∴ Jika ada udara mahkluk hidup akan hidup.
Metode deduktif
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.

Referensi : Wikipedia


Paragraf deduktif merupakan paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal paragraf.
2.       Paragraf induktif merupakan paragraf yang kalimat utamanya terletak di akhir paragraf.

Berikut contohnya :
Contoh paragraf deduktif :
a.       Kebersihan sangat menjadi masalah di sekolah. Ini terjadi karena banyak murid-murid yang tidak sadar akan kebersihan. Padahal “kebersihan adalah sebagian dari iman”.
Contoh paragraf deduktif dari koran :
a.       KOTA – Jarang ada pasar tradisional yang menyediakan layanan kesehatan seperti pasar Songgolangit Ponorogo. Dinamakan pos kesehatan pasar alias poskespas karena ditujukan melayani pedagang dan pembeli. Tingkat kunjungan pasien mencapai 20 orang perhari kendati letak poskespas itu terpencil di dekat area parkir. “Letakya nyelempit, kalau orang baru pasti bingung mencari, ungkap karmini, salah seorang pedagang yang menjadi pasien setia poskespas Pasar Songgolangit, kemarin (16/8).
b.      Pos kesehatan di pasar itu memang di khususkan melayani pedagang dan pembeli.  Pedagang tidak akan khawatir meninggalkan dagangannya karena haanya berobat masih di kawasan pasar. Mereka dapat antre saat sepi pembeli. “kebanyakan periksa gula darah dan rematik, mayoritas pasiennya berusia tua,” papar Yayuk. (pra/hw)
c.       Ada juga perda penyelenggaraan pendidikan. Aturan itu juga menggariskan sejumlah kebijakan baru di bidang pendidikan. Misalnya, alokasi bantuan personal kepada sisiwa SD, SMP, SMA/MK swasta. Dengan alokasi itu, siswa tidak mampu tidak perlu khawatir memikirkan biaya membeli seragam, hinnga buku tulis. Sebab, pemkot akan menanggung dalam bentuk barang.

Contoh paragraf induktif  :
a.       Maka dari itu saya sangat setuju dengan adanya kegiatan kerja bakti seminggu sekali. Karena, jika lingkungan hidup bersih  maka kita juga akan sehat. Maka dari itu, kegiatan kerjanbakti sangat penting di lingkungan sekolah.


Contoh paragraf induktif dari koran :
a.       Padalah DPRD Surabaya sudah memproduksi banyak perda. Bila dihitung dari awal 2012, jumlah perda yang di sahkan DPRD mencapai belasan aturan. Namun, sampai kini tak pernak ada proses pengenalan kepada masyarakat.

b.      Dalam APBD 2012, terungkap dana tersebut  mencapai RP 248 juta. Berdasar alokasi anggaran, sosialisasi sedianya dilakukan terhadap dua ribu orang. Namun, sampai sekarang  dana itu masih utuh alias tak terpakai sama sekali.

Sumber : http://bahasabangsakita.blogspot.ae/2013/11/paragraf-deduktif-dan-induktif.html?m=1

Rabu, 02 Maret 2016

Tugas Bahasa Indonesia 2 (Tugas 1)

1. Penalaran


Proses bernalar atau singkatnya penalaran merupakan proses berfikir yang sistematik untuk memperoleh kesimpulan berupa pengetahuan yang bertolak belakang dari pengamatan indera (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian.


2. Proposisi



adalah “pernyataan dalam bentuk kalimat yang memiliki arti penuh, serta mempunyai nilai benar atau salah, dan tidak boleh kedua-duanya”.

3. Inferensi dan Implikasi

Inferensi adalah membuat simpulan berdasarkan ungkapan dan konteks penggunaannya. Dalam membuat inferensi perlu dipertimbangkan implikatur. Implikatur adalah makna tidak langsung atau makna tersirat yang ditimbulkan oleh apa yang terkatakan (eksplikatur).
Definisi Implikasi

Implikasi adalah rangkuman, yaitu sesuatu dianggap ada karena sudah dirangkum dalam fakta atau evidensi itu sendiri. Banyak dari kesimpulan sebagai hasil dari proses berpikir yang logis harus disusun dengan memperhatikan kemungkinan-kemungkinan yang tercakup dalam evidensi (=implikasi), dan kesimpulan yang masuk akal berdasarkan implikasi (=inferensi).

4. Wujud evidesi

Evidensi adalah semua fakta yang ada, semua kesaksian, semua informasi, atau autoritas, dan sebagainya yang dihubung-hubungkan untuk membuktikan suatu kebenaran. Dalam argumentasi, seorang penulis boleh mengandalkan argumentasinya pada pernyataan saja, bila ia menganggap pembaca sudah mengetahui fakta-faktanya, serta memahami sepenuhnya kesimpulan-kesimpulan yang diturunkan daripadanya. Evidensi itu berbentuk data atau informasi, yaitu bahan keterangan yang diperoleh dari suatu sumber tertentu, biasanya berupa statistik, dan keterangan-keterangan yang dikumpulkan atau diberikan oleh orang-orang kepada seseorang, semuanya dimasukkan dalam pengertian data (apa yang diberikan) dan informasi (bahan keterangan).
Unsur yang paling penting dalam suatu tulisan argumentatif adalah evidensi. Pada hakikatnya evidensi adalah semua fakta yang ada, semua kesaksian, semua informasi, atau autoritas, dan sebagainya yang dihubung-hubungkan untuk membuktikan suatu kebenaran. Fakta dalam kedudukan sebagai evidensi tidak boleh dicampur-adukkan dengan apa yang dikenal sebagai pernyataan atau penegasan. Pernyataan tidak mempunyai pengaruh apa-apa terhadap sebuah evidensi, ia hanya sekedar menegaskan apakah suatu fakta itu benar atau tidak. Dalam ergumentasi, seorang penulis dapat mengandalkan argumentasinya pada pernyataan saja, bila ia mengganggap pendengar sudah mengetahui fakta-faktanya, serta memahami sepenuhnya kesimpulan-kesimpulan yang diturunkan kepadanya.
Dalam wujudnya yang paling rendah evidensi itu berbentuk data atau informasi. Yang dimaksud dengan data atau informasi adalah bahan keterangan yang diperoleh dari suatu sumber tertentu. Biasanya semua bahan informasi berupa statistic, dan keterangan-keterangan yang dikumpulkan atau diberikan oleh orang-orang kepada seseorang, semuanya dimasukkan dalam pengertian data (apa yang diberikan) dan informasi (bahan keterangan). 

5 .Cara menguji data

       Data dan informasi yang digunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap digunakan sebagai evidensi. Dibawah ini beberapa cara yang dapat digunakan untuk pengujian tersebut.
1. Observasi
2. Kesaksian
3. Autoritas

6. Cara menguji fakta

      Untuk menetapkan apakah data atau informasi yang kita peroleh itu merupakan fakta, maka harus diadakan penilaian. Penilaian tersebut baru merupakan penilaian tingkat pertama untuk mendapatkan keyakitan bahwa semua bahan itu adalah fakta, sesudah itu pengarang atau penulis harus mengadakan penilaian tingkat kedua yaitu dari semua fakta tersebut dapat digunakan sehingga benar-benar memperkuat kesimpulan yang akan diambil.

a. Konsistensi
       Konsistensi dalam ilmu logika adalah teori konsistensi merupakan sebuah sematik dengan sematik yang lainnya tidak mengandung kontradiksi. Tidak adanya kontradiksi dapat diartikan baik dalam hal semantik atau berhubung dengan sintaksis. Definisi semantik yang menyatakan bahwa sebuah teori yang konsisten jika ia memiliki model; ini digunakan dalam arti logika tradisional Aristoteles walaupun dalam logika matematika kontemporer terdapat istilah satisfiable yang digunakan. Berhubungan dengan pengertian sintaksis yang menyatakan bahwa sebuah teori yang konsisten jika tidak terdapat rumus P seperti yang kedua P dan penyangkalan adalah pembuktian dari aksioma dari teori yang terkait di bawah sistem deduktif.

b. Koherensi
       Koherensi merupakan pengaturan secara rapi kenyataan dan gagasan, fakta, dan ide menjadi suatu untaian yang logis sehingga mudah memahami pesan yang dihubungkannya. Ada beberapa penanda koherensi yang digunakan dalam penelitian ini, diantaranya penambahan (aditif), rentetan (seri), keseluruhan ke sebagian, kelas ke anggota, penekanan, perbandingan (komparasi), pertentangan (kontras), hasil (simpulan), contoh (misal), kesejajaran (paralel), tempat (lokasi), dan waktu (kala).


7. Cara Menguji Authoritas

Seorang penulis yang objektif selalu menghidari semua desas-desus atau kesaksian dari tangan kedua. Penulis yang baik akan membedakan pula apa yang hanya merupakan pendapat saja atau pendapat yang sungguh-sungguh didasarkan atas penelitian atau data eksperimental.
Ø  Tidak mengandung prasangka
     Yang tidak mengandung prasangka artinya pendapat itu disusun berdasarkan hasil      
     penelitian yang dilakukan oleh para ahli itu sendiri, atau didasarkan pada hasil-hasil  
     eksperimental yang dilakukannya.

Ø  Pengalaman dan pendidikan autoritas
     Pengalaman dan pendidikan yang diperolehnya harus dikembangkan lebih lanjut   
     dalam kegiatan-kegiatan sebagai seorang ahli yang diperoleh melalui  
     pendidikannya.

Ø  Kemashuran dan prestise
     Apakah  pendapat yang diberikan autoritas sejalan dengan perkembangan dan 
     kemajuan zaman atau koheren dengan pendapat sikap terakhir dalam bidang itu. 
     Untuk memperlihatkkan bahwa penulis benar-benar siap dengan persoalan yang 
     tengah diargumentasikan, jangan berdasarkan pada satu autoritas saja, maka hal itu 
     memperlihatkan bahwa penulis kurang menyiapkan diri.

Ø  Koherensi dengan kemajuan
     Kohesi dan koherensi merupakan syarat utama kewacanaan atau tekstualitas,   
     Keduanya merupakan konsep kepaduan. Pengertian Kohesi adalah Keterpaduan  
     Bentuk sedangkan koherensi adalah Kepaduan Makna. Teks atau wacana yang 
     kohesif berarti setiap unsur lahirnya terpadu secara internal dalam satuan teks 
     tersebut. Tegasnya, setiap komponen teks lahir, misalnya kata aktual yang didengar 
     atau dibaca, saling terhubung dalam rangkaian. Unsur-unsur komponen lahirnya 
     harus saling tergantung. Jadi, kehadiran yang satu serasi dengan kehadiran yang 
     lain baik bentuk maupun distribusinya. – 



SUMBER : 





http://opiicko.blogspot.co.id/2014/03/penalaran-proposisi-inferensi-implikasi_25.html 



PERTANYAAN

Mengapa penalaran perlu untuk penulisan karya ilmiah ?

Perlu sekali, karena penalaran adalah proses berfikirnya manusia oleh logika untuk mendapatkan kesimpulan yang berupa pengetahuan, bernalar bisa kita dapatkan dengan mendengar atau melihat suatu kejadian dan diolah oleh otak dan logika untuk mendapatkan hasil/kesimpulan yang berupa pengetahuan atau tindakan yang jelas, baik,efisien dan mengesampingkan unsur emosi.