Sabtu, 12 April 2014

Tugas Ilmu Budaya Dasar by Kelompok 1

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR
by: Kelompok 1 kelas 1KA30

Pedagang Kaki Lima yang berjualan dipinggir Jalan

Created by : Adji Pamungkas
                   Ario Chirstianto
                   Candra Maulana Akbar
                   Cynthia Putri Wibowo
                   Ella Amelia Muslimah
                   Fahmi Lukmanul Hakim
                   Hadistya Albary
                   Iqbal Fadhil
                   Kartika
                 

Berikut adalah hasil dari tim kami dalam meliput permasalahan social khusunya kami menggambil topic Pedagang Kaki Lima yang berjualan dipinggir jalan yang mengganggu pejalan kaki dan arus lalu lintas, kami menggambil sample di pinggiran Jalan K.H Noer Ali atau dijalan Kalimalang tepatnya di depan Masjid Al-Azhar Jaka Permai, kami juga sempat mewawancarai salah satu pedagang yang berjualan di bahu jalan tersebut (bias dilihat di video).
Pedagang kaki lima (PKL) di beberapa kota besar identik dengan masalah kemacetan arus lalu lintas, karena PKL memanfaatkan kelompok pedagang itu memanfaatkan trotoar sebagai media berdagang.
Kelompok ini pun kerap diusir dan dikejar petugas karena mempergunakan lahan bisnis tidak sesuai dengan tata ruang perkotaan.
Akan tetapi, bagi masyarakat sekitar PKL justru menjadi solusi mereka karena PKL menjual barang dengan harga yang miring atau murah dibandingkan di Pasar atau Toko-toko lainnya. Fakta nya sudah terlihat bagi masyarakat yang memiliki penghasilan yg minim mereka lebih memilih PKL yang berjualan dipinggir jalan karena harganya miring atau lokasi yang ditempuh sangatlah dekat dengan tempat tinggal mereka.
Bagi Pedagang juga dengan berjualan dipinggiran jalan ini mereka lebih banyak mendapatkan penghasilan dibandingkan mereka harus berjualan ditempat yang dikhususkan oleh pemerintah, karena disana mereka sudah mendapatkan pelanggan tetap yang tiap hari nya akan membeli dagangan yang dijualkan. Hal ini juga sangat mengganggu jalan nya arus lalu lintas, apalagi kalau dihari Jumat, jalanan ini sangatlah ramai dipenuhi pedagang kaki lima yang berjualan di bahu jalan.
Setelah saya mewawancarai pedagang tersebut terbukti bahwa mereka tidak mempunyai izin dari pemerintah yang dimana mereka berjualan di tepi jalan, mereka hanya membayar uang setoran atau uang kebersihan kepada warga setempat. Sempat mereka ingin digusur oleh pemerintah namun pemerintah sepertinya kurang dalam menanggapi masalah ini karena ujar mereka, mereka hanya diberikan surat permohonan supaya tidak berjualan, tidak ada tindakan tegas dalam menyikapi masalah ini jadinya pedagang tersebut tetap berjualan dibahu jalan.
Menurut Kelompok kami, pemerintah harus bersikap tegas kepada pedagang kaki lima yang berjualan dipinggir jalan ini karena selain mengganggu arus lalu lintas dan pejalan kaki, lapak-lapak yang mereka bangun dipinggir jalan juga merusak tata kota jadinya terlihat semrawut atau tidak teratur, bahkan jika pedagang kaki lima terus bertambah akan menimbulkan kemacetan yang parah, apa lagi bisa memakan korban kecelakaan, adapun hal lain yang pemerintah harus lakukan adalah membujuk pedagang tersebut untuk kembali atau menempati ruang-ruang pedagang yang telah disediakan supaya tidak menumpuk di baju jalan, dan agar tidak menimbulkan kemacetan.

Berikut adalah cuplikan video yang telah kami buat mengenai pedagang kaki lima yang berjualan dibahu jalan :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar