TUGAS ILMU BUDAYA DASAR
by: Kelompok 1 kelas 1KA30
Pedagang Kaki Lima yang berjualan dipinggir Jalan
Created by : Adji Pamungkas
Ario Chirstianto
Candra Maulana Akbar
Cynthia Putri Wibowo
Ella Amelia Muslimah
Fahmi Lukmanul Hakim
Hadistya Albary
Iqbal Fadhil
Kartika
Berikut adalah hasil dari tim kami dalam meliput permasalahan social khusunya kami menggambil topic Pedagang Kaki Lima yang berjualan dipinggir jalan yang mengganggu pejalan kaki dan arus lalu lintas, kami menggambil sample di pinggiran Jalan K.H Noer Ali atau dijalan Kalimalang tepatnya di depan Masjid Al-Azhar Jaka Permai, kami juga sempat mewawancarai salah satu pedagang yang berjualan di bahu jalan tersebut (bias dilihat di video).
by: Kelompok 1 kelas 1KA30
Pedagang Kaki Lima yang berjualan dipinggir Jalan
Created by : Adji Pamungkas
Ario Chirstianto
Candra Maulana Akbar
Cynthia Putri Wibowo
Ella Amelia Muslimah
Fahmi Lukmanul Hakim
Hadistya Albary
Iqbal Fadhil
Kartika
Berikut adalah hasil dari tim kami dalam meliput permasalahan social khusunya kami menggambil topic Pedagang Kaki Lima yang berjualan dipinggir jalan yang mengganggu pejalan kaki dan arus lalu lintas, kami menggambil sample di pinggiran Jalan K.H Noer Ali atau dijalan Kalimalang tepatnya di depan Masjid Al-Azhar Jaka Permai, kami juga sempat mewawancarai salah satu pedagang yang berjualan di bahu jalan tersebut (bias dilihat di video).
Pedagang kaki lima (PKL) di beberapa kota besar identik
dengan masalah kemacetan arus lalu lintas, karena PKL memanfaatkan kelompok
pedagang itu memanfaatkan trotoar sebagai media berdagang.
Kelompok ini pun kerap diusir dan dikejar petugas karena mempergunakan lahan bisnis tidak sesuai dengan tata ruang perkotaan.
Kelompok ini pun kerap diusir dan dikejar petugas karena mempergunakan lahan bisnis tidak sesuai dengan tata ruang perkotaan.
Akan tetapi, bagi masyarakat sekitar PKL justru menjadi
solusi mereka karena PKL menjual barang dengan harga yang miring atau murah
dibandingkan di Pasar atau Toko-toko lainnya. Fakta nya sudah terlihat bagi
masyarakat yang memiliki penghasilan yg minim mereka lebih memilih PKL yang
berjualan dipinggir jalan karena harganya miring atau lokasi yang ditempuh
sangatlah dekat dengan tempat tinggal mereka.
Bagi Pedagang juga dengan berjualan dipinggiran jalan ini
mereka lebih banyak mendapatkan penghasilan dibandingkan mereka harus berjualan
ditempat yang dikhususkan oleh pemerintah, karena disana mereka sudah
mendapatkan pelanggan tetap yang tiap hari nya akan membeli dagangan yang
dijualkan. Hal ini juga sangat mengganggu jalan nya arus lalu lintas, apalagi
kalau dihari Jumat, jalanan ini sangatlah ramai dipenuhi pedagang kaki lima
yang berjualan di bahu jalan.
Setelah saya mewawancarai pedagang tersebut terbukti bahwa
mereka tidak mempunyai izin dari pemerintah yang dimana mereka berjualan di
tepi jalan, mereka hanya membayar uang setoran atau uang kebersihan kepada
warga setempat. Sempat mereka ingin digusur oleh pemerintah namun pemerintah
sepertinya kurang dalam menanggapi masalah ini karena ujar mereka, mereka hanya
diberikan surat permohonan supaya tidak berjualan, tidak ada tindakan tegas
dalam menyikapi masalah ini jadinya pedagang tersebut tetap berjualan dibahu
jalan.
Menurut Kelompok kami, pemerintah harus bersikap tegas
kepada pedagang kaki lima yang berjualan dipinggir jalan ini karena selain
mengganggu arus lalu lintas dan pejalan kaki, lapak-lapak yang mereka bangun
dipinggir jalan juga merusak tata kota jadinya terlihat semrawut atau tidak
teratur, bahkan jika pedagang kaki lima terus bertambah akan menimbulkan
kemacetan yang parah, apa lagi bisa memakan korban kecelakaan, adapun hal lain
yang pemerintah harus lakukan adalah membujuk pedagang tersebut untuk kembali
atau menempati ruang-ruang pedagang yang telah disediakan supaya tidak menumpuk
di baju jalan, dan agar tidak menimbulkan kemacetan.
Berikut adalah cuplikan video yang telah kami buat mengenai
pedagang kaki lima yang berjualan dibahu jalan :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar