Kamis, 05 Mei 2016

Bahasa Indonesia 2 (Tugas 4) - Penulisan Ilmiah dan Membuat sebuah Karangan

1. Menjelaskan secara detail mengenai Penulisan Ilmiah yang anda buat .

                Pada tugas kali ini saya akan mencoba memaparkan atau menjelaskan secara detail tentang penulisan ilmiah yang saya buat, dimulai dari pengambilan kasus yang saya buat adalah saya ingin mencoba membuatkan sebuah website untuk salah satu toko penyewaan alat outdoor yang sering saya kunjungi, latar belakang yang saya ambil dari kasus ini adalah sebuah promosi merupakan salah satu alat untuk membuat sebuah penjualan barang atau jasa menjadi semakin sukses, masalah ini yang menjadi permasalahan untuk toko tersebut karena kurangnya sebuah promosi, untuk itu saya sebagai penulis ingin mencoba membuatkan sebuah website yang nantinya akan digunakan oleh toko tersebut dalam mempromosikan barang atau jasanya.    
                Selanjutnya dalam metode yang saya pilih untuk karya tulis saya ini adalah metode teori dasar, yaitu metode yang digunakan dalam penelitian dasar yang diarahkan pada penemuan atau penguatan suatu teori. Dalam hal ini saya melakukan eksplorasi mengenai toko tersebut dan juga apa saja barang dan jasa yang ditawarkan oleh toko tersebut, saya melakukan eksplorasi tersebut dengan 2 cara yaitu yang pertama saya mencari informasi tersebut mulai dari internet ataupun dari buku dan juga dari sumber sumber yang ada hubungannya dengan penulisan yang saya buat ini, kemudian yang kedua saya mencoba melihat langsung atau disebut studi lapangan ke toko yang saya ingin teliti tersebut.

                Untuk alat bantu yang saya pakai dalam pembuatan website ini adalah menggunakan framework codeigniter, notepad ++, dan juga untuk database nya saya menggunakan php. Untuk saat ini masih dalam tahap melakukan design untuk website yang saya buat.

2. Membuat Karangan (2 Paragraf) mengenai : Klasifikasi, Analogi, Generalisasi, Hubungan sebab akibat.

Klasifikasi : 

       Tanpa kita sadari ada tiga jenis teman yang ada disekitar kita. Kelompok yang pertama adalah teman dikala senang. Teman – teman yang ada dikala senang ini merupakan teman yang paling mudah untuk dicari. Mereka sangat banyak jumlahnya di lua sana. Biasanya teman – teman macam ini akan selalu berada di sekitar kita jika kita sedang berada dalam keadaan senang dan gembira, tetapi ketika kita sedang tertimpa musibah, mereka biasanya menghilang entah kemana. Kelompok teman yang selanjutnya adalah teman dekat. 
       Teman dekat atau lebih dikenal dengan sahabat adalah teman yang benar – benar dekat dengan kita. Mereka selalu menghabiskan waktu bersama kita sehingga kita tahu segala sesuatu tentang mereka. Teman dekat akan selalu berada di samping kita dalam keadaan apapun, entah itu sedih ataupun bahagia. Namun, mencari teman dekat sangatlah sulit, perlu adanya suatu proses untuk menemukannya. Oleh karena itu, memiliki satu teman dekat saja sudah cukup membahagiakan. Kelompok teman yang terakhir adalah teman biasa. Kelompok teman ini merupakan teman – teman yang hanya sebatas kenal dengan kita. Mereka tahu siapa kita dan kita tahu siapa mereka, tetapi kita tidak terlalu dekat dengannya. Teman biasa ini diibaratkan seperti dua mata pisau. Di satu sisi mereka dapat menjadi saingan, tetapi di sisi lain mereka dapat menjadi sebuah tolak ukur atau motivator bagi kita. Teman biasa inilah yang lama kelamaan akan menjadi teman dekat atau teman dikala senang.

Analogi : 

       Ternyata monyet merawat anaknya mirip dengan cara menusia merawat anaknya. Mereka juga menyusui anaknya dan tentunya mereka juga selalu menggendong anaknya penuh belas kasih. Induk monyet juga sangat mengjaga anaknya dari marabahaya sama seperti ibu kita yang juga selalu menjaga kita.

Generalisasi : 

       Pendidikan karakter untuk melawan koruptor dan kemerosotan moral bangsa terus dilaksanakan di semua sekolah di Indonesia. Namun perlu kita sadari bahwa para koruptor yang tertangkap sekarang justru berasal dari kaum pemuda yang merupakan calon pemimpin dimasa depan. Banyak juga tawuran dan penyimpangan yang dilakukan oleh para pemuda sekarang seperti pemerkosaan,pencurian dan masih banyak lagi. Bisa dibilang pendidikan karakter masih belum efektif mengubah karakter bangsa

Hubungan sebab akibat : 

        Jalanan-jalanan di Ibukota sangat sempit dan banyak berlubang sehingga membuat para pengendara harus berhati-hati. Selain itu, tempat trotoar yang dikhususkan bagi pejalan kaki sering sekali digunakan oleh para pedagang kaki lima untuk berjualan di mana-mana. Bahkan ada yang meluber hingga ke aspal jalan. Disamping itu, para pengguna jalan ibu kota juga harus berbagi dengan bus way, sehingga jalanan ibu kota menjadi sangat sempit. Terlebih lagi dengan banyaknya proyek yang belum selesai membuat jalanan ibu kota semakin parah. Oleh karena itulah kemacetan selalu terjadi di setiap sudut jalanan ibu kota.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar