Tugas A
Karangan Deskripsi
Deskripsi adalah karangan ini berisi gambaran mengenai suatu hal/ keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut.
Contoh Deskripsi :
Karangan Deskripsi
Deskripsi adalah karangan ini berisi gambaran mengenai suatu hal/ keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut.
Sungai yang mengalir di tengah-tengah desa kering
kerontang. Bahkan sumur pun banyak yang tak berair lagi. Sawah dan ladang
seperti hangus dan dimakan oleh terik matahari. Tanah pecah berbongkah-bongkah,
tanaman pun hampir tak ada yang berwarna hijau lagi.
Karangan Eksposisi
Eksposisi adalah karangan ini berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca. Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik. Tidak jarang eksposisi berisi uraian tentang langkah/ cara/ proses kerja. Eksposisi demikian lazim disebut paparan proses.
Contoh Eksposisi :
Karangan Persuasi
Persuasi adalah karangan ini bertujuan mempengaruhi
pembaca untuk berbuat sesuatu. Dalam persuasi pengarang mengharapkan adanya
sikap motorik berupa motorik berupa perbuatan yang dilakukan oleh pembaca
sesuai dengan yang dianjurkan penulis dalam karangannya. (Biasanya dapat berupa
iklan).
Contoh Persuasi :
Pada umunya, sakit tenggorokan di sebabkan
oleh virus. Biasanya, terkait dengan tanda-tanda penyakit saluran napas
lainnya. Seperti, hidung tersumbat atau batuk. Kebanyakan sakit tenggorokan
dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, untuk membantu agar lebih nyaman ketika
sakit, dapat di lakukan dengan minum air hangat yang di beri air perasan jeruk
lemon dan madu.
Karangan Argumentasi
Argumentasi adalah paragraf yang bertujuan
membuktikan kebenaran suatu pendapat/ kesimpulan dengan data/ fakta sebagai
alasan/ bukti. Dalam argumentasi pengarang mengharapkan pembenaran pendapatnya
dari pembaca. Adanya unsur opini dan data, juga fakta atau alasan sebagai penyokong
opini tersebut.
Contoh Argumentasi :
Telepon genggam sudah banyak dimiliki
masyarakat bahkan dalam sebuah keluarga, hampir semua anggota keluarga
memilikinya. Di samping memang sudah merupakan alat komunikasi yang mudah di
bawa-bawa, pengoperasian telepon pun tidak sulit dan harga terjangkau pula. Ada
kemungkinan perkembangan alat ini pesat sekali karena hal-hal tersebut, di
tambah pula karena muncul variasi bentuk, merk dan model baru. Oleh sebab itu,
sekarang barang-barang tersebut sudah di anggap bukan barang mewah lagi.
Karangan Narasi
Secara sederhana narasi dikenal sebagai cerita. Pada
narasi terdapat peristiwa atau kejadian dalam satu urutan waktu. Di dalam
kejadian itu ada pula tokoh yang menghadapi suatu konflik. Ketiga unsur berupa
kejadian, tokoh, dan konflik merupakan unsur pokok sebuah narasi. Jika ketiga
unsur itu bersatu, ketiga unsur itu disebut plot atau alur. Jadi, narasi adalah
cerita yang dipaparkan berdasarkan plot atau alur. Narasi dapat berisi
fakta atau fiksi.
Contoh Narasi :
Seorang istri sangat kesal karena kehilangan
kalung tasbih istimewanya. Dengan rasa hormat, ia bertanya kepada suaminya
apakah suaminya telah menyembunyikan kalung itu. Karena sangat kesalnya, bukan
kesal kepada suaminya tetapi kepada pencuri kalung tasbih itu, ia mengeluarkan
kutukan supaya si pencuri itu celaka. Setelah mengeluarkan kutukan, ternyata
suaminya mengakui telah mengambil tasbih itu.
Daftar Pustaka :
https://sharingwithita.wordpress.com/2011/04/09/paragraf-argumentasi-deskripsi-narasi-eksposisi-dan-persuasi/
TUGAS B
SIKAP ILMIAH
Daftar Pustaka :
TUGAS B
SIKAP ILMIAH
Sikap Ilmiah adalah suatu sikap yang menerima
pendapat orang lain dengan baik dan benar yang tidak mengenal putus asa serta
dengan ketekunan juga keterbukaan. Sikap ilmiah merupakan sikap yang
harus ada pada diri seorang ilmuwan atau akademisi ketika menghadapi
persoalan-persoalan ilmiah untuk dapat melalui proses penelitian yang baik dan hasil
yang baik pula. Sikap ilmiah ini perlu dibiasakan dalam berbagai forum
ilmiah, misalnya dalam seminar, diskusi, loka karya, sara sehan, dan penulisan
karya ilmiah.
Metode Ilmiah didasari
oleh adanya sikap ilmiah. Sikap-sikap ilmiah tersebut meliputi :
·
Obyektif terhadap fakta.
· Tidak tergesa-gesa mengambil kesimpulan
·
Berhati terbuka artinya menerima
pandangan atau gagasan orang lain.
·
Tidak mencampur adukkan fakta dengan
pendapat.
·
Bersikap hati-hati.
·
Sikap ingin menyelidiki atau
keingintahuan (couriosity) yang tinggi.
·
Sikap menghargai karya orang lain.
·
Sikap tekun.
·
Sikap berani mempertahankan kebenaran.
·
Sikap menjangkau ke depan.
Didalam melakukan penelitian atau pengamatan tidak
terlepas dari kegiatan atau eksperimen. Eksperimen sangat menarik, tetapi
sekaligus membahayakan. Untuk itu, kita perlu mempunyai sikap dalam
melakukan pengamatan supaya dalam bereksperimen dapat berjalan dengan baik.
Karena metode ilmiah dilakukan secara sistematis dan berencana, maka terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan secara urut dalam pelaksanaannya. Setiap langkah atau tahapan dilaksanakan secara terkontrol dan terjaga. Adapun langkah-langkah metode ilmiah adalah sebagai berikut:
Langkah-Langkah Pelaksanaan Penulisan Ilmiah
Karena metode ilmiah dilakukan secara sistematis dan berencana, maka terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan secara urut dalam pelaksanaannya. Setiap langkah atau tahapan dilaksanakan secara terkontrol dan terjaga. Adapun langkah-langkah metode ilmiah adalah sebagai berikut:
- Merumuskan masalah.
- Merumuskan hipotesis.
- Mengumpulkan data.
- Menguji hipotesis.
- Merumuskan kesimpulan
Berpikir ilmiah melalui metode ilmiah didahului
dengan kesadaran akan adanya masalah. Permasalahan ini kemudian harus
dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya. Dengan penggunaan kalimat tanya
diharapkan akan memudahkan orang yang melakukan metode ilmiah untuk
mengumpulkan data yang dibutuhkannya, menganalisis data tersebut, kemudian
menyimpulkannya.Permusan masalah adalah sebuah keharusan.
2. Merumuskan Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara dari rumusan
masalah yang masih memerlukan pembuktian berdasarkan data yang telah
dianalisis. Dalam metode ilmiah dan proses berpikir ilmiah, perumusan hipotesis
sangat penting. Rumusan hipotesis yang jelas dapat memabntu mengarahkan pada
proses selanjutnya dalam metode ilmiah. Seringkali pada saat melakukan
penelitian, seorang peneliti merasa semua data sangat penting. Oleh karena itu
melalui rumusan hipotesis yang baik akan memudahkan peneliti untuk mengumpulkan
data yang benar-benar dibutuhkannya. Hal ini dikarenakan berpikir ilmiah
dilakukan hanya untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan.
3. Mengumpulkan Data
Pengumpulan data merupakan tahapan yang agak berbeda
dari tahapan-tahapan sebelumnya dalam metode ilmiah. Pengumpulan data dilakukan
di lapangan. Seorang peneliti yang sedang menerapkan metode ilmiah perlu
mengumpulkan data berdasarkan hipotesis yang telah dirumuskannya. Pengumpulan
data memiliki peran penting dalam metode ilmiah, sebab berkaitan dengan
pengujian hipotesis. Diterima atau ditolaknya sebuah hipotesis akan bergantung
pada data yang dikumpulkan.
4. Menguji Hipotesis
Sudah disebutkan sebelumnya bahwa hipotesis adalah
jawaban sementaradari suatu permasalahan yang telah diajukan. Berpikir ilmiah
pada hakekatnya merupakan sebuah proses pengujian hipotesis. Dalam kegiatan
atau langkah menguji hipotesis, peneliti tidak membenarkan atau menyalahkan
hipotesis, namun menerima atau menolak hipotesis tersebut. Karena itu, sebelum
pengujian hipotesis dilakukan, peneliti harus terlebih dahulu menetapkan taraf
signifikansinya. Semakin tinggi taraf signifikansi yang tetapkan maka akan
semakin tinggi pula derjat kepercayaan terhadap hasil suatu penelitian.Hal ini
dimaklumi karena taraf signifikansi berhubungan dengan ambang batas kesalahan
suatu pengujian hipotesis itu sendiri.
5. Merumuskan Kesimpulan
Langkah paling akhir dalam berpikir ilmiah pada
sebuah metode ilmiah adalah kegiatan perumusan kesimpulan. Rumusan simpulan
harus bersesuaian dengan masalah yang telah diajukan sebelumnya. Kesimpulan
atau simpulan ditulis dalam bentuk kalimat deklaratif secara singkat tetapi
jelas. Harus dihindarkan untuk menulis data-data yang tidak relevan dengan
masalah yang diajukan, walaupun dianggap cukup penting. Ini perlu ditekankan
karena banyak peneliti terkecoh dengan temuan yang dianggapnya penting,
walaupun pada hakikatnya tidak relevan dengan rumusan masalah yang diajukannya.
Daftar Pustaka :
- http://bangbiw.com/penjelasan-tentang-metode-ilmiah-tujuan-sikap-dan-langkah-langkahnya/
- http://noerkasanahsecret.blogspot.co.id/2014/03/metode-ilmiah-dan-sikap-ilmiah.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar